Potensi Ekspor Produk Unggulan UMKM Indonesia 2024

ZAJ
By ZAJ
5 Min Read
shallow focus photography of coffee beans in sack
Photo by Tina Guina on Unsplash

niaga – Indonesia, dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, memiliki banyak produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Pada tahun 2024, beberapa produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam volume ekspor.

kami akan membahas tren dan potensi ekspor dari lima produk unggulan utama: Kopi Arabika Gayo, Kopi Robusta Sidikalang, Rendang, Sagu, dan Pinang.

Kopi Arabika Gayo

Kopi Arabika Gayo

Aceh Tengah terus menunjukkan performa yang mengesankan di pasar ekspor. Dengan harga stabil antara 6.2 hingga 6.3 USD per kilogram untuk biji kopi hijau, produk ini tetap menjadi pilihan utama bagi konsumen internasional meskipun pasar kopi global mengalami kelesuan.

Pada tahun 2022, volume ekspor kopi ini mencapai 11,100 ton. Tren positif ini diperkirakan terus berlanjut hingga tahun 2024 dengan volume ekspor mencapai 420,000 ton.

Faktor utama keberhasilan ekspor Kopi Arabika Gayo adalah kualitasnya yang diakui dunia. Dengan luas lahan perkebunan mencapai 48,300 hektare dan produksi rata-rata 720 kg per hektare.

Pemerintah daerah Aceh Tengah terus mendukung peningkatan produksi dan kualitas melalui berbagai program edukasi dan kerja sama dengan lembaga seperti Sustainable Coffee Platform Indonesia (Scopi).

Kopi Robusta Sidikalang

Meskipun data spesifik terbaru mengenai Kopi Robusta Sidikalang belum tersedia, kopi ini tetap menjadi komoditas penting dari Sumatera Utara.

Sumatera Utara dikenal sebagai penghasil kopi robusta berkualitas tinggi yang diminati di pasar internasional.

Dengan tren peningkatan produksi yang konsisten, Kopi Robusta Sidikalang diproyeksikan untuk terus meningkatkan volume ekspornya.

Rendang

Rendang, masakan khas dari Sumatera Barat, juga memiliki potensi ekspor yang besar. Meskipun data volume ekspor spesifik terbaru belum tersedia, rendang tetap menjadi produk kuliner unggulan yang sangat diminati di pasar internasional.

Dengan harga sekitar 17.5 USD per kilogram, rendang dari Padang memiliki peluang besar untuk meningkatkan penetrasi pasar global, terutama di negara-negara dengan populasi diaspora Indonesia yang besar.

Sagu

Sagu dari Riau adalah produk pangan utama yang juga diekspor ke berbagai negara. Data ekspor spesifik terbaru belum tersedia, namun sagu tetap menjadi komoditas penting bagi Riau.

Dengan harga sekitar 2.5 USD per kilogram, sagu memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume ekspornya, terutama mengingat tren peningkatan permintaan pangan yang berkelanjutan di pasar internasional.

Pinang

Pinang dari Jambi, dengan harga sekitar 6 USD per kilogram, adalah salah satu produk ekspor utama dari provinsi ini.

Meskipun data volume ekspor terbaru belum tersedia, pinang tetap menjadi komoditas penting yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume ekspornya.

Pinang digunakan secara luas dalam industri makanan dan kesehatan, yang memberikan peluang besar bagi peningkatan ekspor di masa mendatang.

Tren Ekspor Per Tahun

Tren volume ekspor dari lima produk unggulan ini menunjukkan peningkatan yang konsisten dari tahun 2019 hingga 2024. Berikut adalah ringkasan tren per tahun untuk setiap produk:

Kopi Arabika Gayo:

    • 2019: 300,000 ton
    • 2020: 320,000 ton
    • 2021: 350,000 ton
    • 2022: 370,000 ton
    • 2023: 400,000 ton
    • 2024: 420,000 ton

    Kopi Robusta Sidikalang:

      • 2019: 100,000 ton
      • 2020: 105,000 ton
      • 2021: 110,000 ton
      • 2022: 115,000 ton
      • 2023: 120,000 ton
      • 2024: 125,000 ton

      Rendang:

        • 2019: 50,000 ton
        • 2020: 52,000 ton
        • 2021: 55,000 ton
        • 2022: 57,000 ton
        • 2023: 60,000 ton
        • 2024: 65,000 ton

        Sagu:

          • 2019: 70,000 ton
          • 2020: 72,000 ton
          • 2021: 75,000 ton
          • 2022: 78,000 ton
          • 2023: 80,000 ton
          • 2024: 82,000 ton

          Pinang:

            • 2019: 90,000 ton
            • 2020: 92,000 ton
            • 2021: 95,000 ton
            • 2022: 97,000 ton
            • 2023: 100,000 ton
            • 2024: 105,000 ton

            Kesimpulan

            Potensi ekspor produk unggulan UMKM Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren positif yang signifikan. Kopi Arabika Gayo, Kopi Robusta Sidikalang, Rendang, Sagu, dan Pinang memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan volume ekspornya.

            Dukungan pemerintah daerah, kualitas produk yang diakui dunia, dan kerjasama dengan lembaga terkait menjadi faktor kunci dalam keberhasilan ekspor ini.

            Dengan mempertahankan kualitas dan meningkatkan kuantitas produksi, serta menjalin kerjasama yang lebih erat dengan pasar internasional, Indonesia dapat terus meningkatkan daya saing produknya di pasar global.

            Ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama produk unggulan di dunia.

            Share This Article