Modal Minim, Untung Maksimal: 7 Jenis Bisnis Kuliner UMKM yang Cocok untuk Pemula

ZAJ
By ZAJ
10 Min Read

Niaga – Bisnis kuliner adalah salah satu bidang usaha yang tak pernah sepi peminat. Apalagi di Indonesia, yang memiliki beragam selera dan kekayaan kuliner.

Namun, untuk membuka usaha kuliner, tidak harus memiliki modal besar dan tempat yang luas. Ada banyak jenis bisnis kuliner skala UMKM yang bisa dijalankan dengan modal minim, namun tetap menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah jenis usaha yang memiliki kriteria tertentu berdasarkan jumlah aset dan omzet.

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Salah satu sektor UMKM yang paling berkembang adalah sektor kuliner. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2019, sektor kuliner menduduki peringkat kedua dalam jumlah usaha UMKM di Indonesia, setelah sektor perdagangan.

Jumlah usaha UMKM kuliner mencapai 8,2 juta unit, dengan total aset sebesar Rp 1.019 triliun dan omzet sebesar Rp 1.237 triliun.

Namun, untuk memulai usaha kuliner, tidak harus memiliki modal besar dan tempat yang luas. Ada banyak jenis bisnis kuliner skala UMKM yang bisa dijalankan dengan modal minim, namun tetap menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Berikut adalah tujuh jenis bisnis kuliner skala UMKM dengan modal minim yang bisa Anda coba:

1. Fried Chicken

Pedagang Fried Chiken Di Kebumen Jateng” by DARMAS SB 9 is licensed under CC BY-SA 4.0

Fried chicken atau ayam goreng tepung adalah salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa.

Fried chicken memiliki tekstur yang renyah, gurih, dan lezat, serta bisa disajikan dengan berbagai macam saus dan sambal.

Fried chicken juga bisa dijual dengan harga yang terjangkau, sehingga cocok untuk segala kalangan.

Salah satu cara untuk membuka usaha fried chicken dengan modal minim adalah dengan bergabung dengan sistem franchise atau kemitraan.

Dengan sistem ini, Anda tidak perlu repot membuat resep, mencari bahan baku, dan mempromosikan produk.

Anda hanya perlu mengikuti standar yang ditetapkan oleh franchisor atau mitra, serta membayar biaya awal dan royalti.

Beberapa contoh franchise atau kemitraan fried chicken yang bisa Anda pilih adalah Ranisa Fried Chicken, Sabana, Orchi Chicken, dan Cheese Chicken.

Mereka menawarkan paket usaha yang beragam, mulai dari gerobak sampai outlet, dengan modal yang bervariasi, mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 100 juta.

Anda juga bisa memilih lokasi usaha yang sesuai dengan target pasar Anda.

2. Ayam Geprek

fried chickenpre, indonesian, asia
Photo by sendal_jepit on Pixabay
Share This Article
Leave a comment